Dengan berpakaian ala santri, berpeci, berbaju taqwa dan bersarungan, cak jahlun melambai-lambaikan tangannya, sebuah isyarat bahwa dia menyetop kendaraan, yang dia stop adalah bus puspa indah jurusan jombang-malang
Naiklah cak jahlun dari jomplangan dan dia memilih duduk ditempat duduk paling belakang dekat pintu belakang.
Sepanjang perjalan cak jahlun hanya melihat dua orang yang turun dari bus, mereka berdua turun di diwek dan membayar uang kepada kernet yang ada di pintu belakang dekat cak jahlun.
Begitu sampai di bug grujug, cak jahlun bilang sama pak kernet "pondok bang"
"OK" jawab bang kernet
Lalu cak jahlun menyodorkan uang 500 rupiah kepada pak kernet
"Loh... kok cuma 500 kurang cak..." kata bang kernet
"Apanya yang kurang?" tanya cak jahlun
"Ya uangnya" kata bang kernet
"Dari tadi saya liat sampean menerima uang cuma 2000 dan 1000 dari penumpang sampean yang turun di diwek" kata cak jahlun
"Ooooh... yang itu... kalau yang pake celana panjang abu-abu yang bayar 2000, dia itu anak SMA" kata bang kernet
"Kalau yang pake celana pendek merah yang bayar 1000, dia itu anak SD" lanjutnya
Cak jahlun "la iyaaa.... kan udah untung sampean sudah tak kasih uang 500, harusnya saya ini gak usah bayar bang"
"Loh.... Kok bisa begitu??" bang kernet kaget
"Saya ini gak pake celana dalam" kata cak jahlun
Cak jahlun Naik Bis Mintanya Gak Usah Bayar
Share this
Recommended
Disqus Comments
Trending
-
Cerita kali ini adalah tentang Cak Jahlun Dapat Menyelesaikan Soal Kyai Ishaq Yang Super Sulit Dengan Cepat , ayoo disimak... Pada pagi har...
-
Kali ini ceritanya cak jahlun yang usil, Karena Keusilan Cak Jahlun Maka Timbullah Trending Topic PM Asli dan PM Palsu Bagaimana kelanjutan ...
-
Kali ini Cak Jahlun Ujian Hafalan al-Qur'an Juz 30 , bisakah cak jahlun? yuk simak ceritanya... Sebelum acara haflah di pondok pesantren...
-
Mungkin teman-teman ada yang bertanya sama cak jahlun, cak apa sampean gak pengen sukses? Siapa sih orangnya yang gak ingin sukses? betul ga...
-
Pada sore hari cak aziz cak yudi dan cak jahlun jalan-jalan ke cukir hanya untuk mengisi kepenatan di pondok yang sedang di tinggal para san...